Bis bis apa yang keren?
bisa gue
Bus bus apa yang cakep?
Busyet dan gue lagi
Orang orang apa yang manis?
orang cuman gue
Udang udang apa yang paling imudz?
Udangapa jangan gue lagi ah….
Bis bis apa yang keren?
bisa gue
Bus bus apa yang cakep?
Busyet dan gue lagi
Orang orang apa yang manis?
orang cuman gue
Udang udang apa yang paling imudz?
Udangapa jangan gue lagi ah….
Ditulis dalam Uncategorized
Kaisar Ming sangat disegani di dataran Mongolia. Dari berbagai kisah perangnya yang mengerikan, terselip sebuah kisah yang menggelikan. Alkisah Baginda mempunyai seorang putri yang cantik jelita.
Suatu hari, datanglah 3 orang pangeran yang hendak melamar tuan putri. Karena bingung untuk memilih, sang putri meminta baginda memberikan syarat. Baginda memberikan tugas untuk mencari benda-benda tertentu kepada ketiga pangeran tersebut dan diberi waktu satu tahun untuk mendapatkannya.
Selang setahun kemudian, sang pangeran pertama datang menghadap.
Baginda: Hei Pangeran, mana telur naga sakti yang kuminta itu?
Pangeran I: Ampun tuanku… hamba gagal.
Baginda: (merah padam) Apa…???!!! Pengawal, potong kedua tangannya!!!
Selang beberapa waktu kemudian, Pangeran kedua datang. Tampak lesu dan sedih.
Baginda: Pasti kamu gagal mendapatkan sirip hiu putih yang kuminta itu…
Pangeran II: Ampun tuanku, hamba nggak bisa berenang…
Baginda: Dasar Pangeran O’on… Pengawal, potong kedua kakinya…
Baginda menjadi putus asa… sampai seminggu kemudian, datanglah pangeran ketiga. Wajahnya kusam kusut. Pakaiannya compang camping. Sekilas, tampak dia baru saja mengalami peristiwa-peristiwa sulit. Dengan senyum lebar, pangeran ketiga menghadap Baginda.
Baginda: Aha… Pasti kamu berhasil.
Pangeran III: Setelah mengalami berbagai masa-masa sulit akhirnya saya berhasil mempersembahkannya untuk baginda.
Baginda: He he he… jadi sekarang mana bola ping pong kesayanganku yang hilang setahun yang lalu?
Pangeran III: PING PONG??? Saya kira KINGKONG…!!!
Ditulis dalam Uncategorized
Wilayah perbatasan di Kabupaten Sangihe dan Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara, memiliki potensi wisata yang luar biasa. Potensi itu antara lain kawasan laut yang tenang (atas) dan gunung berapi Karang Etang yang selalu mengepulkan asap.
SANGIHE, – Terletak pada posisi paling utara Indonesia dan berbatasan dengan negara tetangga Filipina, Kabupaten Sangihe menyimpan potensi wisata dengan sejuta pesona mengagumkan.
Sebagai salah satu daerah kepulauan tempat terhimpunya 105 buah pulau besar dan kecil, daerah perbatasan tersebut layak menjadi salah satu kunjungan wisatawan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Beragam obyek dan daya tarik wisata bagi wisatawan mancanegara (Wisman) maupun domestik dapat ditawarkan untuk berkunjung ke kabupaten yang memiliki luas daratan 736,97 Km2 dan luas lautan 11.126,61 Km2.
“Sangihe memiliki beraneka potensi wisata alam, bahari, sejarah, budaya, agro industri yang dapat menjadi magnet untuk menarik wisatawan datang ke daerah itu,” kata Kepala Dinas Pariwisata Sangihe, Spencer Tamarol.
Kekayaan potensi wisata Sangihe tidak kalah dibandingkan daerah lainnya di Sulut seperti Manado dengan keindahan Taman Laut Bunaken dan Danau Tondano di Kabupaten Minahasa.
Sejumlah pesona wisata menarik dimiliki dintaranya Gunung Api bawah Laut di Pulau Mangahetang, salah satu obyek wisata yang langka dan merupakan keajaiban dunia.
Obyek wisata alam yang terletak sekitar 18 mil laut dari Kota Tahuna, dapat ditempuh dengan perahu sekitar dua jam dari Ibukota Sangihe itu, memiliki daya tarik tersendiri.
“Pesona wisata dimiliki obyek itu sangat menarik, sebab gunung api dibawah laut hanya satu-satunya di Indonesia, sementara di dunia hanya dua selain yang berada di Karibia,” kata Tamarol.
Obyek lainnya adalah keindahan taman laut Pulau Kahakitang, memiliki berbagai jenis terumbu karang dan ikan yang berwarna warni dengan pantainya yang berpasir putih.
Gunung Sahendarumang terletak di Kecamatan Tamako, yang merupakan kawasan ekowisata dengan keunikan enam jenis burung endemik Sangihe dari sekitar 114 jenis burung di wilayah itu.
Lokasi wisata Bahari Nusa Tabukan, selain pantainya berpasir putih, juga memiliki terumbu karang serta taman laut indah yang tidak kalah dengan Bunaken.
Di sekitar lokasi tersebut terdapat Pulau Bukide, tempat habitat Burung Maleo serta Pulau Liang, dimana wisatawan dapat menyaksikan habitat burung Kumkum putih.
Wisatawan juga dapat melihat potensi wisata, Air Terjun Kadadima, Danau Kawah Gunung Awu, Gua Burung Walet, Makam Raja Bataha Santiago, Rumah Raja Mocodompis, serta beragam seni budaya seperti upacara adat Tulude yang dilaksanakan pada setiap 31 Januari.
Acara adat tersebut untuk mensyukuri berkat Tuhan sepanjang tahun yang telah dilewati, serta memohon berkat dan pengampunan dosa sebagai bekal hidup untuk tahun baru.
Sejumlah pesona wisata yang memiliki daya tarik tersebut, belum dapat menarik sebanyak-banyaknya turis asing maupun domestik berkunjung ke daerah itu.
“Sejumlah infrastruktur penunjang seperti jalan, telekomunikasi, alat transportasi, akomodasi yang belum mendukung menjadi kendala untuk menarik wisatawan datang ke obyek-obyek tersebut, kata Tamarol.
Kendatipun Sangihe sudah menjadi salah satu tempat kunjungan wisatawan ke Sulut, kata Tamarol, namun secara kuantitas masih sedikit dibandingan daerah lainnya di Sulut. Setiap bulan rata-rata delapan wisman datang ke daerah itu. Umumnya Wisman peneliti.
Mereka melakukan penelitian terhadap berbagai potensi alam yang juga menjadi obyek pariwisata di Sangihe. Turis asing itu berasal dari sejumlah negara di Eropa seperti Belanda, Perancis, Jerman, Belgia dan Inggris.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sangihe terus berupaya melakukan terobosan untuk menarik wisatawan datang ke daerah itu melalui peningkatan infrastruktur penunjang.
Pemerintah telah membangun dua buah cotage untuk menunjang sektor pariwisata di daerah wisata Pulau Mangahetang dengan menggunakan dana APBD senilai Rp250 juta. Sarana dan prasarana lainnya seperti jalan yang menuju maupun melewati obyek-obyek wisata tersebut terus dipacu pembangunannya.
Ditulis dalam Uncategorized
Sumatera Barat memang tidak terkenal dengan timahnya, dengan minyaknya ataupun emas melimpah ruah. Namun, Sumatera Barat menyajikan pemandangan alam yang memikat. Saat kita menginjakkan kaki di Bandara International Minangkabau di Ketaping, mata akan langsung disuguhi nuansa hijau. Tidak banyak bangunan besar selain bangunan utama bandara tersebut. Hanya pepohonan diselingi rumah2 penduduk.
Di perjalanan ke Bukittinggi, kita akan menjumpai area persawahan, terkadang menguning, terkadang hijau, tergantung masanya. Sungai-sungai berkelok-kelok. Menopang kehidupan sawah-sawah. Di pagi hari akan kita temui embun atau kabut (seperti yang pernah disinggung Kemal).


Memasuki daerah Padang Pariaman, kita akan berdecak kagum, bertasbih memuji Sang Pencipta. Tidak akan ada manusia yang bisa menciptakan keindahan seperti ini. Begitu alami, dan kukuh. Jalan raya terletak di pinggang perbukitan. Setelah pagar pengaman, ada sungai berbatu-batu besar, jernih mengalir. Beriak menggoda. Suaranya akan menenangkan keresahan. Hilang ketegangan kantor, terror deadline, hanya kedamaian. Sampai disini, kita akan tergoda untuk berenang, merasakan kesejukan airnya. Tapi sayangnya sungai itu jauh di bawah sana, terhalang pagar pengaman. Tapi tenang, lebih dekat ke Bukittinggi ada tempat kita bisa berhenti, merendam kaki dan membiarkan bocah-bocah bermain air kegirangan.
Namun, sebelum itu, jangan lewatkan air terjun Lembah Anai. Air terjun ini terletak persis di tepi jalan, sehingga kalau mau kita tidak perlu turun kendaraan untuk melihatnya. Tapi kalo mau berhenti dan bermain air ya monggo, bisa saja.

Di belakang sungai tadi, ada perbukitan dengan pepohonan yang masih perawan. Pepohonan terus sampai batas cakrawala. Kadang bertanya-tanya ada apa saja di hutan lindung ini. Dulu ada harimau yang masih berkeliaran sampai ke jalan, sekarang tidak ada lagi. Mungkin jauh di hutan itu, masih ada harimau di puncak rantai makanan.
Memasuki kota Padang Panjang, salah satu kota favorit saya. Kota serambi mekah ini sejuk, lega, damai. Padang Panjang memiliki pesantran dan SMA yang disebut-sebut sebagai SMA terbaik di Sumatera Barat. Jadi ingin berdendang,
Suasana di kota santri
Asyik tenangkan hatii….
Keluar Padang Panjang, ada danau buatan di kaki gunung Singgalang. Gunung Merapi duduk mendampingi Singgalang. Bagai mawar merah, cantik namun berbahaya, berpotensi mengeluarkan beban-beban berat yang dikandungnya sewaktu-waktu.
Bumi kita indah ya. Indah sekali. Saya belum bercerita tentang Lembah Harau di Payakumbuh yang seakan air terjun alami dimana-mana, Manisnya panorama Danau Maninjau di Puncak Lawang, Danau Singkarak. Pun yang sudah diceritakan, tidak tergambarkan keindahannya secara sempurna, terbatasi kemampuan menulis saya. Ini baru di Sumatera Barat, belum di Kalimantan, Sulawesi, Irian, Nusa Tenggara, lebih jauh lagi ke Skotlandia, New Zealand dll.
Bumi kita indah. Indah sekali. Namun, disana-sini mulai terdesak oleh makhluk melata yang menginang padanya. Hutan, sang penyeimbang, dibabat, dijadikan komoditas ekonomi dan politik. Seperti peralihan fungsi hutan Bintan, penuh suap dan saling tuding.
Perairan, sumber kehidupan, dikontaminasi dengan limbah pabrik dan limbah rumah tangga. Perusahaan pencemar lingkungan akan masuk daftar hitam dan seharusnya ditutup, namun masiiiih saja beroperasi. Perusahaan hitam itu bisa melenggang dengan leluasa, antara lain berkat kekuatan uang. Mereka sanggup membiayai penelitian tandingan demi memoles citra, memperbaiki rapor maupun mementahkan tuduhan.
Mari menengadah ke langit dan lihat ozon bumi kita berlubang dimana-mana seperti baju usang yang digerigiti tikus. Panas yang terjebak di bumi dan tidak bisa kembali ke angkasa luar karena terhalang CO2 dan uap air.
Bumi kita indah. Indah sekali. Namun, sayang, anak dan cucu kita kebagian sisa-sisa kerusakannya. Saat kita bercerita tentang beruang kutub, penguin, elang ekor merah, kita hanya akan memperlihatkan gambar kepada mereka. Karena beruang kutub terkena banjir dan mati kelelahan saat berenang mencari daratan untuk mereka tinggali.
Bumi kita indah. Indah sekali. Namun, akankah beberapa generasi setelah kita berpendapat sama?
Mudah-mudahan. Hanya jika kita mulai bergerak meninggalkan ketidakacuhan kita. Saat kita mulai mengurangi konsumsi plastik, saat kita bergerak melakukan pengoptimalan peralatan rumah seperti saran-saran bagus disini, saat kita sudi mengurangi pemakaian kendaraan donatur gas rumah kaca dan beralih ke bike to campus and work. Tidak perlu terlalu ekstrim, sederhana saja, karena Thousand miles journey begins with a single step.
Ditulis dalam Uncategorized

Ditulis dalam Uncategorized
Ditulis dalam Uncategorized
Niagara adalah nama kelompok dari tiga air terjun besar di sungai Niagara yang berada di bagian timur Amerika Utara, tepat pada perbatasan antara Amerika Serikat dengan Kanada. Ketiga air terjun tersebut adalah air terjun Horseshoe (terkadang disebut sebagai air terjun Kanada), air terjun Amerika, dan yang lebih kecil yakni air terjun Bridal Veil. Meski tidak terlalu tinggi, Niagara merupakan air terjun yang sangat lebar dan terpopuler di dunia.
Ditulis dalam Uncategorized